Gathering bengkelmusik.com

ini review dari dcahyo a.k.a Cahyo Hanggoro, diambil dari sini

DSC_0123_zpsce991e51
Pukul 16:10 saya menginjakan kaki di Plaza Blok M. Ketika itu saya beserta rombongan hendak mengisi acara Gathering Bengkel Musik XI yang sudah kami tunggu-tunggu dari jauh-jauh hari.

Kami pun bergegas untuk segera naik keatas, sudah tak sabar kami ingin bertemu teman-teman bermusik kami. Sesampainya diatas, terlihat Mas Moio yang mempunyai ciri khas mengenakan topi detektif sangat antusias ingin membuka acara yang diadakan tiap tahunnya oleh Komunitas Bengkel Musik.

Setelah menggelar briefing yang dipimpin oleh Mas Moio, kita pun siap berbagi tugas, dari mulai registrasi penonton, member yang mana datanya untuk diikutkan dalam pemberian doorprize.

Doorprize pada gathering kali ini pun tidak main-main. 3 buah efek stompbox yang tidak biasa pun ikut memeriahkan hadiah pada gathering kali ini. Terima kasih kepada Indrakhila, Mas Hari (ERV) dan juga mas Hendry (GFIsystems) atas doorprize yang sangat istimewa kali ini.

IMG_0185IMG_0212

Mas Moio pun bergegas menuju panggung yang telah disiapkan oleh tenant Plaza Blok M, untuk membuka acara. Jukebox dengan lagu-lagu Dream Theater
siap membakar suasana. Dentuman drum dan cabikan bass nya ikut membalut alunan musik yang harmonis nan tertata rapi. Petikan gitar dari Triski yang tak kalah sangar, senantiasa mengiringi lagu yang sangat energik itu. Tak lupa sang kibordis yang juga piawai berkolaborasi, ikut menghipnotis para pengunjung. Dan tak kalah dahsyat nya sang vokalis memanjakan para penikmat musik dengan suara yang sangat tidak biasa di telinga. Benar-benar suguhan yang tidak biasa namun sangat luar biasa!

DSC_0006_zps381d032bDSC_0010_zpsdc10a053

Selepas Jukebox berhasil membuat suasana semakin panas, selanjutnya Pesta Galau berhasil menentramkan suasana dengan membawakan beberapa tembang dari Dewa 19. Perpaduan dari beberapa instrument yang solid serta pembawaan yang kalem, membuat orang terpukau dan ikut bernyanyi. Memang beberapa lagu Dewa 19 yang dibawakan kali ini sudah sangat tidak asing lagi di telinga para pengunjung. Ada sedikit saran dari saya, karena ada beberapa lagu yang sayang nya sang vokalis tidak bisa mencapai suara yang sangat tinggi, alangkah baik nya jika terdapat pada situasi seperti itu microphone nya diarahkan ke penonton, untuk meng”kamuflase”kan kita bernyanyi bersama . Di lain sisi itu semua penampilan dari Pesta Galau tidak membuat galau kita semua. Two thumbs up untuk Pesta Galau.

DSC_0019_zpsd5c4282aDSC_0020_zpseed984e1DSC_0024_zps258cf3cf


Trio Kwek-Kwek ?? BUKAN!!
Ini beda dari Trio-Trio yang lain. Dengan Tiga orang yang mempunyai skill yang di atas rata-rata ini, bisa menyulap kita dengan lagu-lagu yang dibawakannya.
Guthrie Govan atau mungkin bisa lebih mirip The Aristocrats sangat apik disuguhkan pada gathering kali ini. Ketukan 5/4 yang sangat ganjil dan hampir saya tidak pernah dengar sebelumnya, cukup membuat saya terpukau. Vedy dengan bass custom yang terdapat 3 port jack dalam satu bass, tidak hanya menampilkan ‘keruwetan’ instrument saja, namun dari segi permainan dan kekompakan bersama penabuh drum pada malam itu, sungguh rapi, enerjik dan mengagumkan. Satu kata untuk Faisal Trio / The Faisal Project yaitu MANTAP !!!!

DSC_0030_zps7f6a1963

DSC_0028_zps2602c341DSC_0032_zps27236ed3

Selanjutnya, band yang digawangi oleh Chris aka 4Stringer yakni D’Setel siap merestorasi musik kita di era 80an awal dengan lagu-lagu dari Whitesnake. Sungguh takjub saya melihat beberapa dari personil band ini yang tergolong ‘bukan era nya’ bisa membawakan lagu pada era tahun itu dengan pembawaan yang elegan dan asik disimak. Jujur saya pun tidak tahu lagu itu sebelumnya, sehingga saya hanya fokus ke permainan dari tiap-tiap instrument. Walhasil PERFECTO!! hampir semirip aslinya, karena setelah itu saya mencoba mendengarkan versi aslinya lewat youtube .
Good Job untuk D’Setel yang bisa memberi pengetahuan musik-musik era lampau.

DSC_0037_zpsad44726e DSC_0041_zpsae4bff20 DSC_0042_zps41d9dd95 DSC_0044_zpsdd61a2b7

Kelihatannya masih di era yang sama, namun kalau yang ini asli produk Indonesia. Beat Tell yang sudah tidak asing lagi dikalangan Bengkel Musik sendiri adalah band yang dikomandani oleh bang Vidi Rosen. Lengkap dengan personil yang masih utuh dan sama seperti di acara-acara gathering sebelumnya, kali ini membawakan lagu-lagu dari Koes Plus yang sudah tentu dengan ciri khas dari Beat Tell itu sendiri. ‘Kembali ke Jakarta’ dilantunkan sebagai lagu pembuka oleh band ini, lalu disambut lagi dengan ‘Kisah Sedih Di Hari Minggu’ yang agak sedikit ‘nge-rock’ dan kemudian ditutup dengan lagu ‘Pelangi’. Dari kekompakannya, band ini sudah sangat solid dalam penghayatan lagu tersebut. Terbukti dari lead guitar dari kedua gitaris cukup lihai memilih sound yang pas untuk jenis lagu-lagu seperti ini. Beat Tell memang 134 !! .. (tiada dua nya )

Lantunan dari Koes Plus masih terngiang di telinga saya ketika hendak menuju musholla, seraya menunggu kosong antrian, saya hisap tembakau yang tersisa dari kantung celana.

DSC_0064_zps06503b66 DSC_0065_zps2c5c10dc DSC_0066_zpsf8f1540f DSC_0067_zps9606d465 DSC_0068_zpse54bb251

Selepas saya menunaikan sholat maghrib, saya pun tak sabar ingin melihat sang pemenang doorprize. Kali ini hadiah nya adalah seperangkat senar, namun ketika dibuka isinya dua buah kopi instan yang terbungkus rapi. Sontak saja pengunjung seisi mall tertawa terbahak-bahak .

DSC_0061_zps4eef3a03

Andi-Blay aka Kakashi sudah terlihat tidak sabaran ingin menggebuk drum set yang terpasang di stage bersiap dengan NOIS band. Modern music band ? Musik apalagi ini? Yak setelah tadi kita bernostalgia dengan lagu-lagu dari Whitesnake dan Koes Plus, saatnya kita disuguhkan dengan musik-musik masa kini.‘Scary Monster’ dari Skrillex yang kental dengan wobble bass ala dubstep saat ini, dibawakan dengan instrument analog yang pasti nya lebih ‘nge-rock’. (Mungkin suatu saat nanti saya bisa ikutan berkolaborasi dengan digital .) Trianto dengan cool membetot bass berwarna candy red pada malam itu. Tatkala ketika lagu kedua dimainkan, intro Pluggin Baby dari Muse kembali memeriahkan arena. Yang tak kalah meriah adalah vokalis wanita yang cantik serta suara yang berkarakter. Salut !!! DSC_0058_zps50a015bb

DSC_0052_zps4a3fe36b DSC_0053_zpsca61881f DSC_0054_zps61425e1c DSC_0055_zps0a1871bd

dikadikalg

Pria berambut gondrong ini mengangkat pedalboard nya keatas panggung, sesekali menyibakan rambut lurusnya ke belakang, gitar ibanez nya pun telah tergantung dengan baik pada pundaknya. Berbicara soal DIY,komponen,efek,gitar tak asing lagi di mata member Bengkel Musik. Radhika aka Rads, yang sudah malang melintang di dunia musik khusus nya gitar memberi suguhan yang apik bersama COMPLEXIS pada malam itu. Tembang evergreen milik Mr.Big sukses dibawakan ala COMPLEXIS. Nia yang waktu gathering tahun lalu membawa launchpad sebagai controller nya, kali ini tidak ada di atas pentas, sebagai gantinya suara lantang nan syahdu mengalun indah membawakan lagu-lagu seperti ‘Nothing But Love’, ‘Undertow’ dan ‘Daddy, Brother, Lover and Little Boy’. Terlihat beberapa pengunjung ikut bernyanyi bersama. Mau musik rock dengan cita rasa lady rocker Indonesia?? COMPLEXIS jawaban nya
DSC_0074_zpsee5634b3 DSC_0078_zps710da126 DSC_0079_zpsd1fb79b3 DSC_0080_zpse63238baDSC_0081_zpsf5be5e29
Kita rehat sejenak dengan musik-musik mengawang-awang ala The Whole Family Delight (TWFD). (Saya mencoba review band saya sendiri dengan cara yang tidak subjektif ). Band yang dikenal dengan band GASser ini, mengawali lagu pertama dari Radiohead dengan judul ‘Weird Fishes’, lagu yang jarang terdengar di media, karena memang Radiohead identik dengan lagu Creep yang sudah sangat mendunia. Lagu kedua yaitu Airbag dan disusul Fairground. Oh iya ada kejadian unik ketika lagu pertama ingin berakhir. Di outro, saya sengaja meminjam e-bow milik Addyb yang mana ingin memberi kejutan suara ambience. Tatkala ketika part tersebut mulai…suara bow tersebut tidak keluar sampai akhir lagu. Saya sangat malu sekali, benar apa kata mas Noviari, pelajari manual nya terlebih dahulu. Beberapa montir BM pun terkejut dan tak bisa menahan tawa pada saat itu.

100_9827DSC_0087_zps16470c71DSC_0089_zpsc60f97b7

Mengawang-awang ala TWFD nya sudah selesai, lalu kita kembali ke era 80-90an. 84 salah satu band gawat juga yang tak kalah gawatnya dengan band-band sebelumnya. Bayangkan saja, sampai vokalis nya saja import.
Band yang konon katanya ‘band dadakan’ ini seperti bukan band dadakan. Persiapan yang matang dan permainan yang sungguh memukau penonton, telah menghibur para pengunjung dengan lagu-lagu dari Bon Jovi. Sang gitaris yang mana juga Montir Mekanik EO Desta , Yudo aka Yurist Star serta drummer yang sungguh tidak biasa Oka aka Wildcatron mampu menyiarkan live aksi-aksi 84 band ini. Seperti menonton konser Bon Jovi secara langsung. Tak tanggung-tanggung sang drummer membawa drumset sendiri yang sudah dipersiapkan dari awal acara. Lagu ‘You Give Love a Bad Name’ dan ‘It’s My Life’ mengguncang Plaza Blok M pada malam itu. You’re Rock Guy’s !!!

DSC_0091_zpsd2734474 DSC_0097_zpsfab6b159 DSC_0100_zps08be0e5c DSC_0101_zps3b65e5d0

Suasana pun kembali mereda setelah ’84’ turun panggung. Sesaat naiklah 2 pria berambut gondrong membawa tamborin dan membawa gitar. Mungkin panggung ini akan kembali bergejolak dengan suguhan dari band pamungkas pada kali ini. Orkes Perjaka Madu adalah band project dari Agus sang vokalis serta Andries sang gitaris yang mana lebih dikenal dengan MALAKA band. Di awali dari intro dari Jimi Hendrix – Voodoo Childyang dimainkan mas Faisal aka Ricky Hendrix yang langsung mengehentak panggung pada malam itu, lalu disambut lagi betotan bass dari Rustan aka Hasan, serta permainan gitar akustik yang membuat ritme musik menjadi hidup oleh Andries aka Ibrahim, disusul oleh pukulan kendang dari saya sendiri Cahyo aka Anwar. Tak lupa goyangan tamborin dari sang vokalis berambut gondrong ‘asli’ Agus aka Roy. Lagu Santai dan Stress karya dari Rhoma Irama dan Soneta dengan sukses menggemparkan ratusan orang yang menonton kala itu. Semua dibuat nya tertawa terbahak-bahak dengan aksi panggung dari Orkes Perjaka Madu, sesekali penonton ikut bernyanyi bersama. Sungguh hiburan yang sangat menghibur untuk acara gathering Bengkel Musik XI kali ini.

DSC_0113_zps205db889 DSC_0118_zps998017eb DSC_0119_zps118f7d90

Demikian review dari saya, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih, apabila ada salah-salah kata mohon dimaafkan.

para pemenang dorprize lainnya           DSC_0103_zpsebf69017DSC_0072_zps16d7a531 DSC_0105_zps23e193ac DSC_0036_zps80b0cbda

candid camera

IMG_0182  IMG_0209 IMG_0234

foto foto oleh erick timisela dan wahyu tedjomoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s