REVERSE HEADSTOCK (cara lain untuk tampil KEREN)

(Prissa, keren kan?)

Mungkin sudah ratusan atau bahkan ribuan desain gitar telah dibuat di muka bumi ini, satu dan lainya memiliki desain yang sedikit berbeda atau bahkan sama sekali berbeda, dari mulai desain body, neck, pickup, headstock, hardware dan segala jenis perintilan yang remeh remeh, dari sekedar fashion atau memang memiliki fungsi khusus untuk menunjang teknik pemainnya.

dikalg

kali ini saya sebagai penggemar gitar dan bass akan sedikit membahas dan mungkin memulai perdebatan tentang desain headstock pada gitar dan bass, terutama reverse headstock. headstock selain berfungsi sebagai tempat dari tuning machine, headstock juga sebagai identitas dari sebuah gitar dan bass, orang akan lebih mudah mengenali sebuah gitar dari kejauhan hanya dengan melihat sekilas pada headstock nya, pada beberapa merek terkenal bahkan desain headstock tidak berubah sepanjang umur pabrik pembuat gitar tersebut. contohnya seperti gibson dan fender yang sangat termasyur itu.

desain tunning machine pada headstock yang umum pada gitar adalah 6 atau 7 sebaris (fender, ibanez dll), 4 + 2 atau 3 + 1 (musicman), 4 +4 atau 2 + 2 (Gibson, PRS dll) atau bahkan 4 + 3 pada gitar 7 senar dan 4+1, 3+2 pada bass 5 senar.

ok cukup basa basi nya, sekarang kita bahas reverse headstock, banyak perdebatan di berbagai forum dunia maya, baik di Indonesia atau di luar negeri, tentang fungsi dari reverse headstock, dari sekedar fashion atau memang berfungsi untuk akurasi nada atau meningkatkan tension pada senar. ada yang bilang Secara teori, kalo jarak tuning ke bridge semakin panjang/jauh, maka tegangan juga semakin kencang. Jadi emang lebih bisa buat drop tuning di senar bass, entah darimana teori tersebut. ada yang bilang reverse headstock terlihat sangat keren (termasuk saya) dan perdebadat panjang pun di mulai…

namun saya tegaskan reverse headstock hanya untuk fashion…berikut penjelasannya

reverse headstock berpengaruh pada ension senar, saya katakan tidak, yang berpengaruh pada tension senar adalah scale length (baca postingan tentang scale length di sini) selain berpengaruh pada tone yang dihasilkan, scale length juga mempengaruhi tension senar pada gitar dan bass, semakin panjang scale length maka semakin keras tension senar, karena pada nada yang sama (misal senar E) tension senar akan berbeda di scale length yang berbeda pula. kebetulan saya memiliki dua bass yang berbeda scale length, bass pertama shortscale headless bass dengan scale length 30″, dan bass kedua model jaguar bass reverse headstock dengan 34″ scale length

28032014522

(kiri 34” reverse headstock bass,tengah 24″ travel guitar headless dan kanan headless 30” scale bass)

setelah memainkan dan membandingakan ke dua bass, saya dapat menarik kesimpulan bass dengan scale 30″ tension senar lebih lembut dibandingkan dengan bass reverse headstock 34″. namun tunggu dulu, bagaimana kalo kita bandingkan tension senar jaguar bass reverse headstock dengan 34″ scale length dengan fender jass bass 34″ scale?

dan hasilnya ternyata tension senar pada jaguar bass reverse headstock dan jazz bass dengan scale length yang sama memiliki tension senar yang sama pula…

fakta mengalahkan mitos

dan ternyata reverse headstock memang hanya untuk fashion dan REVERSE HEADSTOCK merupakan cara lain untuk tampil KEREN

Tim Commerford with reverse headstock Jazz Bass…keren juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s