MERANGKAI EFEK DI PEDAL BOARD (BAGIAN 3)

teknologi semakin berkembang…..

Pertanyaan yang sering terlontar dalam merangkai efek di pedal board adalah “mulai dari mana?” atau “mulai dari efek apa?”, sekedar berbagi pengalaman, bagi sebagian gitaris kita dapat memulai dari pedal drive/distorsi, setelah kita mendapatkan pedal drive/distorsi yang sesuai dengan karakter kita, baru kita bisa melanjutkan dengan pemilihan pedal delay atau modulasi.

20160108_010124

Sedangkan bagi bassist dapat memulai dengan memilih pedal preamp, drive atau envelope filter terlebih dahulu.

20160108_010119

bassdriverdi_image

setelah urusan drive, modulasi,filter dan delay kelar, mungkin sudah saatnya untuk menambahkan karakter sound anda, penambahan compressor dapat menambah sustain pada permainan lead gitar, penambahan booster dapat meng-crank volume saat lead, atau gain booster dapat memberikan warna tersendiri pada sound anda.

comp

sedangkan penggunaan efek tremolo, vibrato, phaser, flanger, pitch shifter sesuaikan dengan jenis musik atau lagu yang anda bawakan

20160108_010108

drive, modulasi, filter,delay, compressor…lalu apalagi?

mungkin pedal preamp + DI dapat menjadi penutup pedalboard anda, pedal preamp sangat membantu ketika di studio atau di panggung disediakan ampli yang asal bunyi atau tidak sesuai dengan karakter kita. sedangkan DI dapat menjaga kualitas signal yang dikirimkan langsung ke mixer/PA.

images

aplikasi pedal preamp pada rangkaian efek bass bisa di taruh terakhir atau di awal effect chain/ragkaian efek

ROCK PHASE

pedal preamp di awal effect chain

 

DIGITAL ANALOG 2015

preamp di akhir effect chain

 

20160108_010025

effect chain

di akhir tulisan ini, saya hanya berpesan, tidak ada pedal efek yang jelek, yang ada hanya karakternya tidak cocok dengan kita, oleh karenanya sesuaikan pedal yang akan kita pakai dengan karakter kita. Jaman sudah sedemikian canggih, untuk mengetahui karakter sebuah pedal efek, tidak perlu membelinya, cukup dilihat di dunia maya atau bahkan dengan mencobanya di toko musik. Dari semua pedal yang dibahas dari tulisan bagian 1 sampai 3 tidak perlu semua pedal ada dalam pedal board anda, sesuaikan dengan karakter dan jenis musik yang anda mainkan.

Bass pedalboard….

20150911_201905

Kali ini gak mau bahas panjang lebar perlu apa gak nya bassist memakai pedal effect.. cuma mau share ide beberapa rangkaian effect (effect chain) bass aja

 

JAZZ EQ

tone shaping dengan pedal EQ dan Compressor

JAZZCHORUS

tone shaping dengan nuansa chorus

JAZZCHORUSaw

autowah + EQ + chorus

PREAMCLEAN

pedal preamp untuk tone shaping

PREAMPDRIVE

preamp dengan drive

ROCK PHASE

rock

ROCK

setingan rock

with-hot-hand

play dubstep wobble??

looper

dengan looper

synth

wobble

synt exp

screaming wobble

layout

dual expression pedal

 

 

Hybrid Pedalboard Update

20160108_010025

 

Sebagai bassist yang terkadang memainkan gitar, saya butuh sebuah setup effect yang dapat digunakan baik pada bass ataupun pada gitar. Oleh karena nya saya mulai menyusun pedalboard dengan pedal efek yang dapat beroperasi pada range frekuensi bass dan gitar…. selanjutnya

3

 

penambahan microbusto adalah sebagai clean booster pada saat memainkan solo gitar, atau sebagai “penendang” ampli saat menggunakan bass passive, sedangkan pedal delay digunakan saat memainkan gitar.

adapun urutan jalur sinyal ada pada gambar berikut

layout hybrid update

20160107_21274120160108_01010120160108_01010820160108_01011920160108_01012420160108_010207

 

MOOER REPEATER REVIEW

 

PS2012127104922

akhirnya memutuskan untuk mengakuisisi sebuah pedal delay keluaran mooer, dengan spesifikasi

Input: 1/4” monaural jack (impedance: 470k Ohms)
Output: 1/4” monaural jack (impedance: 100 Ohms)
Power Requirements: AC adapter 9V DC (center minus plug)
Current Draw: 128 mA
Dimensions: 93.5mm (D) × 42mm (W) × 52mm (H)
Weight:160g

3 Working Modes: Mod/Normal/Kill Dry

Delay Time: 25ms~1000ms

 

Tampilan

20160106_202935

Repeater berwarna hijau glossy, casing diecast dan memiliki 3 knop, 1 toggle switch dan 1 footswitch serta led berwarna biru

repeaetr.jpg

Fungsi

sebagai pedal delay, repeater memiliki 3 mode yang dapat dipilih dengan toggle switch : normal adalah digital delay standar; kill dry untuk menghilangkan sinyal dy, sehingga hanya suara delay saja yang terdengar; sedangkan Mod : adalah delay dengan penambahan chorus.

repeater

sedangkan delay time dapat di set 25ms~1000ms.

dengan ukuran kecil, jelas pedal repeater ini sangat bersahabat di pedal board, bisa diselipkan diantara barisan pedal yang lain.

berikut video demo repeater yang saya ambil dari lama youtube

video

 

 

Squier Vintage Modified Precision Bass Review

vintage p bass

Squier Vintage Modified Precision Bass  sebuah P bass buatan squier dengan spesifikasi berikut :

  • Agathis body
  • Maple, C-shape neck
  • Rosewood fingerboard with 9.5″ radius (241 mm) and 20 medium jumbo frets
  • One Duncan Designed™ PB101 Split Single-Coil Pickup with Alnico 5 Magnets
  • Volume & tone controls
  • Standard 4-saddle bridge
  • Machine heads Standard chrome open-gear tuners
  • 3-Ply black/white/black pickguard
  • 34″ (864mm) scale length
  • Width at nut 1.625″ (41 mm)
  • Dot position Inlays
  • Knurled chrome dome control knobs

 

Bass dengan scale 34″ keluaran squier ini memiliki 20 fret dengan ukuran medium jumbo, dengan dot inlays pada rosewood fretboardnya. menggunakan body agathis membuat bass ini ringan ketika dimainkan. dengan nut width 41 mm membuat bass ini sangat nyaman dimainkan dengan teknik slap, bahkan bagi saya yang baru blajar slap bass.

pickup split duncan designnya membuat sound bass yang dihasilkan terdengar gahar…

 

berikut video demo sederhana bass ini

Video