CREATE YOUR OWN SOUND

“gan ane baru beli efek bass driver, mau nanya, kalo pengen dapet sound kaya bassist nya band anu, pake alat ini gimana ya setting nya?”

atau

“buat suhu master disini, tolongin ane donk, kalo mau dapetin sound bassist anu, mesti beli efek apa aja ya?”

mungkin kita sering lihat di forum forum musik, beberapa orang ingin mengikuti sound artis idolanya, dengan segala cara, sampai sampai dengan membeli semua peralatan yang digunakan oleh artis idolanya, dari instrument, pedal effect sampai ampli yang digunakan pun sama. namun terkadang sound yang di inginkan tidak didapatkan.

melaui tulisan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman, bagaimana menciptakan sound bass idaman, bukan bermaksud menggurui namun tulisan ini bisa dipakai sebagai guide untuk bassist pemula sehingga tidak terjebak dalam pencarian yang tak berkesesudahan.

langkah pertama

maksimalkan panca inderamu; dengarkan dan kenali sound bassist idolamu, lihat teknik bermain nya, bahkan bila anda beruntung anda dapat melihat jenis effect dan parameter setingan yang dipakai. dengan kombinasi mendengar dan melihat sangat membantu anda dalam mencapai sound idaman.

langkah kedua

trial & error;instrument, effect dan ampli sangat berpengaruh dalam pembentukan sound, trial and error sangat mengasyikkan disini, anda dapat merasakan respon pedal anda pada jenis ampli berbeda. atau anda dapat saja menggunakan pedal sejenis dengan merek berbeda, dan parameter setting yang digunakan pun akan sedikit bergeser dari yang anda lihat.

langkah ketiga

dengarkan dan bandingkan; dengarkan sound hasil “kulikan” anda dan bandingkan dengan sound idola anda, minta bantuan teman anda untuk menilainya, bila dirasa masih belum dapat, kembali ke langkah ke dua.

langkah keempat

cari referensi; zaman sudah semakin berkembang, sudah banyak tutorial baik tulisan maupun video yang mengulas sound artis idola, perhatikan parameter setting nya, lalu sesuaikan dengan gear anda.

langkah kelima

maksimalkan gear anda;urusan sound itu ada di hati dan di jari, tidak ada aturan yang mengharuskan menggunakan gear yang sama persis dengan idola anda, yang anda harus lakukan adalah mainkan peralatan anda dan maksimalkan.

tulisan ini terinspirasi dari :

Originally Posted by Steve Lukather (June 2001)
“I’m afraid with any gear you won’t sound like me, really even if you DID have the exact gear you wouldn’t. People think it’s the amp and guitar that get the sound… Well, it is not. It HELPS to have great gear but we all sound the same thru any gear. I have played thru EVH’s amps, I played Jeff Becks Strats… I still sound like me playing thru their gear! Hahaha, that’s the way it is. Just groove and sound like yourself and have FUN!!!”

MELIHAT KEPRIBADIAN GITARIS MELALUI KONFIGURASI PICKUP YANG DI PAKAI

Setiap gitaris itu unik, kadang kita melihat dua orang gitaris memakai jenis gitar yang sama, namun memliki konfigurasi pickup yang berbeda, mengapa?

melalui tulisan ini saya akan coba membahasnya, memang saya bukanlah psikolog, dan mungkin tulisan ini ada benarnya, saya cuma mencoba mengupasnya dengan kacamata pengalaman saya sebagai gitaris, atau mantan gitaris hehehe

 

ok here we go

Single pickup dengan 1 volume control

singel pickupgitaris yang memilih konfigurasi single pickup dengan 1 volume control, adalah gitaris yang mengerti benar sound yang telah diipilihnya, biasanya orangnya setia, dan kemauannya keras dan tegas.

 

single pickup dengan varitone

varitone

menggunakan single pickup dan varitone, mmm sepertinya gitaris ini masih mencari jati dirinya, namun pencariannya hampir sampai

 

Dua Humbucker (bridge n neck)

lppemilihan humbucker menandakan sikap yang keras dan tegas, dengan pilihan toggle switch menandakan bahwa gitaris ini sedikit moderat

 

Dua single coil (bridge n neck)

telepemilihan dua single pickup menandakan sikap yang tegas dengan insting yang tajam, dengan pilihan toggle switch menandakan bahwa gitaris ini sedikit moderat

 

3 pickup, strat like

stratpemilihan konfigurasi pickup dan switch seperti stratocaster, menandakan gitaris ini orang yang moderat dan pergaulannya luas, supel, bisa masuk ke semua golongan.

 

H – S – H

rg

dengan memilih konfigurasi H-S-H, gitaris ini memiliki sifat yang mirip dengan sebelum nya, menandakan gitaris ini orang yang moderat dan pergaulannya luas, supel, bisa masuk ke semua golongan, namun dengan sifat yang sedikit keras..hehehe

 

H – S – H dengan coil tap

coil tapgitaris yang memilih konfigurasi ii adalah orang yang senag sekali all in one, senang dengan alat yang universal, sehingga cukup dengan membawa satu gitar untuk semuanya..

 

3 Humbucker

black beautygitaris ini memiliki sifat ‘galak’ di setiap kesempatan, sifatnya keras..

 

Active / Passive switch

active_passive

dengan menggunakan switch aktif/pasif apaun jenis pickupnya, gitaris ini memiliki sifat yang terkadang lembut, terkadang sangar, dengan dua kepribadian, dan orangnya ‘moody’

 

ok sekian tulisan dari saya, bagi yang mau menambahkan silahkan, tulisan ini just for fun

 

 

 

 

 

SKET BASS BARU

   jag yellow rev

pengen bikin kayak gini aahh…coret coret jadinya gini

35″ bass guitar

body jaguar shapes, mahogany or alder

neck mapple, reverse headstock, 1-3 tunning peg

fretboard rosewood, 35″ scales, 20 fret, dot inlay

pickups, 2 humbucker soapbar on bridge and neck position

control, 2 volume, 1 toggle switch

 

 

 

MERANGKAI EFEK DI PEDAL BOARD (BAGIAN 2)

……. SAMBUNGAN DARI SINI

Satu channel, dua channel atau multi channel??

Mungkin pada beberapa kesempatan, kita melihat gitaris atau bassist idola kita, baik secara live, streaming ataupun di TV, dan sekelebatan kita melihat rangkaian pedal board nya, ada beberapa yang sederhana, dan ada pula yang rumit, dan bahkan menggunakan 3 set pedal board dan 3 ampli sekaligus. Penggunaan multi channel pada gitar dan bass sudah bukan hal yang aneh lagi, bahkan Brian May sudah melakukan nya sejak jaman dahulu.

ada beberpa setup multi channel yang biasa kita jumpai, seperti dapat kita lihat pada gambar berikut ini

TWO CHANNEL

sinyal dari gitar di bagi dua oleh A/B box atau line selector, dengan pedal ini gitaris dapat memilih rangkaian mana yang akan di pakai, dan ampli mana yang akan dipakai, apakah A atau B, bahkan dengan pedal splitter kedua channel dapat aktif secara bersamaan, untuk menambah nuansa dalam lagu yang dimainkan. Namun beberpa gitaris tak seberuntung ini, dapat memiliki dua ampli, dan bahkan ketika di panggung hanya tersedia 1 ampli saja, mungkin cara di bawah ini dapat dilakukan

TWO CHANNEL 1

layout

penggunaan blender/mini mixer dapat memudahkan kita untuk men set channel mana yang lebih dominan atau lebih tipis.

ada beberapa gitaris yang mengunakan looper pedal, sebuah pedal yang berfungsi sebagai line selector dan blender sekaligus, di pasaran banyak pembuat pedal efek menawarkan looper pedal untuk 2 loop, 3 loop atau bahkan 5 loop sekaligus, namun prinsipnya sama saja

LOOPER AB

Namun terkadang di Gigs kecil, sama sekali tidak tersedia ampli gitar, sehingga mau tidak mau sinyal gitar kita harus masuk ke PA mixer, tenang saja dengan bantuan DI box PA mixer pun dapat di ‘tendang’

TWO CHANNEL MIXER

Tap Dancing

ok sekarang anda telah memiliki semua pedal idaman anda, anda telah memiliki semua pedal itu dan telah menguasai sound gitar idaman anda. Namun dengan jumlah pedal yang banyak itu mungkin anda akan kesulitan dalam mengoperasikan kesemua pedal itu di pertunjukan live anda, yang pastinya dapat memecah konsentrasi dan merusak permainan maut anda. Tap dancing sering di analogikan kepada gitaris yang menginjak beberpa stompbox dalam permainan nya untuk menghasilkan sound yang di inginkan. Hal ini tentu saja tak akan terjadi bila si gitaris menggunakan digital multieffect, dengan segala macam fasilitas kemudahan nya, namun tidak semua  gitaris menyukai multieffect, ada yang memang faham atau hanya ikut ikutan semata.

Sekarang beberapa perancang pedal efek telah menciptakan sebuah pedal looper yang dapat di program secara digital, sehingga dapat menggabungkan beberpa pedal stompbox dan memudahkan pengoperasian nya seperti digital multieffect, dimana pada pedal looper tersebut terdapat pilihan jalur mana saja yang aktif, misal kita memilih patch A dengan jalur yang aktif 1,5,7,8, jadi pedal efek pada jalur tersebut saja yang aktif. sehingga pengoperasian seperti multieffect.

PROGAMABLE LOOPER

bahkan beberapa produsen pedal stompbox menyematkan fasilitas MIDI untuk mengontrol pedalnya, sehingga dengan bantuan sebuah interface, pengoperasian pedal pedal stompbox dapat dilakukan melalui MIDI foot controller. melalui MIDI CC message yang dapat dilakukan bukan saja hanya memilih pedal mana yang aktif, namun MIDI dapat menjangkau sampai setting parameter dari pedal tersebut, dan dapat di save menjadi sebuah patch.

midi

teknologi semakin berkembang…..

MERANGKAI EFEK DI PEDAL BOARD (BAGIAN 1)

Melanjutkan tulisan saya tentang efek gitar disini  ,ternyata mendapatkan respon yang cukup positif, nah dalam tulisan berikut saya mencoba membahas tentang penyusunan pedal efek dalam pedal board, memang tidak ada urutan bakunya, namun tulisan ini bisa dipakai sebagai guide untuk gitaris pemula sehingga tidak terjebak dalam pencarian yang tak berkesesudahan.

ok saya asusmsikan pembaca tulisan ini sudah memiliki beberapa pedal efek atau berencana membeli beberapa pedal efek untk memperkaya sound gitar yang dihasilkan, membuat ciri khas lagu yang akan diciptakan, dan terlihat gagah di panggung. Dalam pemilihan jenis pedal efek yang akan kita rakit atau beli, kita harus berdasarkan genre musik yang kita mainkan, tidak mungkin seorang gitaris jazz menggunakan pedal distorsi high gain yang di set full distorsi, begitu juga sebaliknya, seorang gitaris metal head gak akan menggunakan pedal accoustic simulator sepanjang aksi panggung nya.

Penyusunan efek di pedal board lazim nya berurutan secara seri, dimulai dari pedal wah wah, dynamic/filter, OD/Dist/Fuzz, Equalizer, modulasi, dan terakhir efek waktu delay/reverb. Namun sekali lagi saya tekankan urutan ini tidaklah baku, sesuaikan dengan selera anda, trial and error sangat mengasyikkan disini, anda dapat merasakan respon pedal distorsi anda bila di taruh setelah pedal equalizer atau sebaliknya, atau anda dapat merasakan sensasi compressor setelah overdrive, semua kemungkinan itu terbuka lebar untuk menghasilkan kombinasi sound yang luas.

DASAR

Namun bila anda adalah seorang rocker dengan gigs reguler setiap minggu, mungkin setingan ini dapat dipakai, dengan menggunakan ampli yang telah disediakan panitia di panggung, anda cukup membawa 4 pedal saja, sebuah wah wah pedal untuk menambah aksi lead anda, compressor yang dapat di set untuk menambah sustain lead anda, atau di set ‘tight’ untuk kekuatan rhythm, pedal overdrive atau distorsi kesayangan, dan tak lupa sebuah pedal delay untuk memuluskan sound lead anda, apasalahnya di coba.

METAL

SERIES ATAU PARAREL?

Pertanyaan yang sering keluar dibenak kolektor pedal adalah lebih enak mana antara rangakaian pedal efek seri atau pararel? kembali ke atas, semua sesuai kebutuhan anda sebagai gitaris. Atau memang anda telah terlanjur membeli begitu banyak pedal efek dan sayang untuk melepasnya, hey mengapa tidak anda rangkai semuanya secara seri dalam pedal board

SERIES PEDAL

atau memang pedal anda sudah sebegitu banyaknya, rangkai saja semua

LENGKAP

namun ada kalanya kita merasa bosan akan sound yang dihasilkan, biasanya dimulai dari kebosanan akan sound OD/Dist yang dihasilkan pedal, dan anda mulai mengidam idamkan sound Distorsi dari sebuah ampli tabung, atau mungkin juga karena kebutuhan akan kekuatan ampli tabung untuk beberapa gigs dengan panggung yang lebih besar. Berarti ini saatnya untuk menggunakan rangkaian pedal secara pararel dengan ampli, bisa kita simak gambar berikut

PARAREL

pada rangakaian pararel diatas adalah untuk menonjolkan karakter dari drive yang dihasilkan oleh ampli, bisa kita sama sama lihat, sinyal dari gitar melalui pedal wah, diratakan oleh compressor, sehingga drive yang nantinya dihasilkan oleh head ampli akan lebih padat/tight, kita juga dapat menambahkan clean/gain booster untuk meng-crank lagi(crank up) atau menendang lagi sound yang dihasilkan ampli, pengguanaan clean booster untuk mengangkat volume drive ampli tanpa merubah karakter sound drive ampli, sedangkan penggunaan gain booster untuk menguatkan karakter atau memberi warna(coloring) sound drive ampli tersebut.

pemanfaatan line send and return pada ampli untuk rangkaian pedal equalizer, modulasi, delay dan reverb, sedangkan pengguaan pedal volume hanya sebuah opsi lain saja.

Pada akhir tulisan ini, saya hanya bisa berpesan, tidak ada aturan baku mengenai urutan dalam effect chain, dan tidak ada aturan mengenai merek pedal yang harus di pakai, yang anda lakukan adalah mencoba dan memaksimalkan gear anda. feel free to ask

sampai ketemu di lanjutan tulisan ini