ZOOM B3 and BSY600 Controled by motion hand

Image

bisa di cek video nya di sini

ZOOM B3 and BSY600 Controled by motion hand

expressmotion adalah sebuah alat untuk merubah gerakan tangan menjadi expresion untuk mengontrol parameter sebuah pedal efek..pada kesempatan ini saya melakukan nya untuk mengontrol zoom B3 dan behringer BSY600 sekaligus dalam satu kibasan tangan..

menggunakan source audio wired ring pack yang sedikit di modifikasi

alat ini masih dalam tahap pengembangan..blom sempurna

BICARA TENTANG GUITAR STRAP

Image

menurut wikipeda guitar strap adalah

Sebuah tali gitar adalah strip kain dengan kulit atau bagian kulit sintetis pada setiap akhir . Sick-Puppies-Emma-Anzai

Guitars memiliki berbagai akomodasi untuk memasang tali . Yang paling umum adalah tombol tali , juga disebut pin tali , yang pos baja flens berlabuh ke gitar dengan sekrup . Dua tombol tali datang pra – melekat pada hampir semua gitar listrik , dan banyak baja -string gitar akustik . Image

Semakin rendah tombol tali biasanya terletak di bagian bawah ( ujung jembatan ) tubuh . Tombol tali atas biasanya terletak di dekat atau di bagian atas ( leher end ) tubuh : pada kurva tubuh bagian atas , di ujung atas ” tanduk ” ( pada cutaway ganda ) , atau pada sendi leher ( tumit ) . Beberapa listrik , terutama mereka dengan tubuh berbentuk aneh , memiliki satu atau kedua tombol tali di bagian belakang tubuh. Beberapa gitar listrik Steinberger , karena desain minimalis dan ringan mereka , memiliki kedua tombol tali di bagian bawah tubuh . <p>”>Beberapa gitar akustik dan klasik hanya memiliki tombol tali tunggal pada bagian bawah tubuh – ujung lainnya harus diikat ke headstock , di atas mur dan di bawah kepala mesin .

acc

Beberapa gitar akustik dan klasik datang tanpa tombol tali sama sekali . Dalam hal ini , satu atau dua tombol tali biasanya dapat ditambahkan ke gitar , atau ” tali gitar klasik ” ​​( juga disebut ” harness gitar ” atau ” tali leher ” ) dapat digunakan , yang mendukung gitar dengan mengaitkan ke dalam lubang suara .  (terjemahan versi mbah gugel yang bikin senyum)

Image

Pemilihan Strap

ada beberapa hal yang mesti di perhatikan dalam memilih strap yang akan digunakan, dari pemilihan bahan strap, kulit (leather) atau kulit sintetis, nilon (Nylon rope), anyaman tali

willie-nelson-reggae-300images

eddie van halen guitaratau bahkan sebuah strap berbahan plastik transparan

beningyang pasti strap yang digunakan haruslah kuat untuk menahan beban berat gitar atau bass kesayangan kita

11000

gak maukan bila gitar atau bass kita terjatuh akibat strap yang putus atau jahitan nya yang terlepas?

sesuaikanlah lebar strap dengan berat gitar atau bass yang kita gunakan, menggunakan strap dengan lebar 10 cm sangatlah cocok untuk bass dengan kayu yang berat, sedangkan untuk gitar biasanya digunakan strap dengan lebar 5 – 7 cm, atau bahkan 3 cm dan lebih kecil lagi

MegaBassStrap2slashDSC_0054_zps61425e1c

keserasian

dalam pemilihan strap, sebagai seorang entertainer sangatlah perlu untuk memperhatikan kesersian strap dengan gitar, atau bahkan dengan kostum panggung yang dipakai

womandave

strap lock

untuk memastikan keamanan serta kemudahan akses memasang dan melepas strap dari gitar atau bass, beberapa pemain menambahkan sebuah strap lock

lockpenyimpanan

usahakanlah untuk menggantung strap anda saat sedang tidak dipakai, melipat strap tentu saja akan meninggalkan bekas, menggulung nya pasti akan membuat strap anda melingkar seperti ular.. khusus untuk strap berbahan kulit, usahakanlah disimpan ditempat yang sejuk dan tidak lembab serta ruangan memiliki sirkulasi udara yang cukup, hal ini untuk melindungi strap kulit dari jamur yang akan merusak nya.

gantungperawatan strap

untuk strap berbahan kulit gunakannlah cairan pembersih khusus untuk kulit, atau anda juga dapat menggunakan body lotion untuk menjaga kelembaban bahan kulit dan menjaga agar cat nya tidak pecah

THE TRIPPER : TRAVEL GUITAR FROM STRANOUGH (REVIEW)

ImageSetelah beberapa kali membawa Dhanur travel guitar merah saya, di beberapa project luar kota, kal ini saya tidak sempat membawanya untuk project dipesisir Sumatera. dan ternyata hal ini sangat di sesalkan oleh bebrapa teman gitaris proyek hehehe, akhirnya setelah berkonsultasi dan sharing pendapat ada teman yang ingin mempunyai travel guitar seperti saya, dan setelah browsing di beberapa situs, dan saya merekomendasikan beberapa luthier dan penjual gitar serta perlengkapan nya, akhirnya dipilih lah tripper dari http://www.mytravelguitar.com (cintailah ploduk ploduk INDONESIA) dan sebuah ampli mini Marshall MS-2 dan multi efect Korg Pandora Mini

dengan spesifikasi teknis

Fret Scale 24” (Short Scale)
Frets 22 Medium
Radius 305mm / 12 “
Inlays Pearl Dots (Rosewood) / Abalone Dots (Maple)
Neck Construction Bolt On
Truss Rod Dual Action / Double Expanding
Nut Customized Brass Nut
Width at Nut 42 mm / 1.65 inches
Body Width  180 mm / 7.09 inches
Overall Depth  70 mm / 2.76 inches
Length 710 mm / 21.95 inches
Weight  1.4 kg / 3.1 pounds
Pickup Rail Single Coil Sized Humbucker
Tuning Machine Solid Keystone Black 14 : 1 Ratio /
Grover ® Knurled Head (Limited)
Bridge Tune Matic + Customized Brass Rod
and Nylon String Turning
Electronics Vol + Tone with Coil Tap System
& Customized Headphone Amp Output
Strings Electric Strings Nickel Wound .009-.042

ImageReview

kesan pertama : Ok pertama kali gitar ini dateng ke hotel, jelas sangat kaget karena body yang kecil dan berat yang sangat ringan, sedikit berbeda dengan Dhanur taravel guitar yang memiliki bobot lebih berat karena massa body yang lebih besar. untuk penampilan fisik, pengerjaan sangat rapih, finishing yang halus, fret yang rata dan konstruksi yang kokoh

Hardware : tripper menggunakan bridgeTune Matic + Customized Brass Rod and Nylon String Turning. tunning machine Solid Keystone Black 14 : 1 Ratio / Grover ® Knurled Head (Limited), jelas stranough tidak main main dengan travel guitar buatan nya. dengan hardware black menambah kesan kokoh gitar ini

electronic : menggunakan pickup single size humbucker, dengan volume dan tone serta coil tap di knop tone nya. yang menarik gitar ini dilengkapi dengan headphone amp, sehingga bisa di mainkan dengan langsung  headphone

Image

aksesoris : setiap pembelian tripper customer mendapatkan softcase, gutar strap, dan guitar stand

Image

Playbility : setelah memainkan gitar ini, baru terasa palybility nya, neck dan scale standart (ada yg menyebut nya short), sangat enak di mainkan, jumbo fret nya juga menambah asik permainan, cuma jujur ada yang kurang dari gitar ini adalah jarak antara senar ke laprest nya yang menurut saya terlalu dekat sehingga agak sulit beradaptasi ketika memainkan gitar ini dalam posisi duduk

Image

Overall The Tripper adalah sebuah travel guitar yang sangatlah asik dimainkan, ringan dan compact untuk dibawa kemana mana dengan panjang total yang hanya 71 cm, seperti sebuah senapan otomatis UZI, bila sangat kepepet tanpa harus mengguanakan ampli, gitar ini dapat dimainkan dengan headphone. salut buat STRANOUGH dengan inovasi nya

Image

MR. Indra Cahyana… pemilik tripper

bonus








Silent Band Practice…. What The…

Imagesusah untuk menyatukan waktu antar personel band, hal yang terkadang kami alami dalam menyalurkan hobi bermusik, sekalinya ada waktu berkumpul, studio langanan lagi fully book… mau buat studio sendiri, dana belum mencukupi.

setelah beberapa saat tersesat dalam dunia maya, akhirnya terdampar dalam sebuah situs http://jamhub.com/

Image

and thast it, ide bagus untuk mengatasi masalah di atas… namun sekali lagi timbul masalah… seperti biasa masalah biaya, tidak ada pos dana untuk itu…dan kembali menjelajah di dunia maya…eng ing eng….ternyata ketemu sebuah product dari JOYO yaitu JOYO ROCKHOUSE  http://www.joyoaudio.com/en/product/fl_27.html

Image

setelah rapat dengar pendapat dengan anggauta band lainnya…(lah bahasanya)

setelah ngabrol ngobrol dengan anggota band lainnya, ternyata harga yang ditawarkan sedikit diatas budget band… dan masuk kedaftar pending item…

padahal dengan alat dari jamhub atau joyo, dapat menjawab permasalahan diatas, kami dapat latihan band di rumah, bisa bergatian latihan di rumah anggota band lainnya, selain menambah keakraban, juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat kekeluargaan, karena menurut saya band itu ibarat keluarga..

dengan alat silent reheasal atau silent practice, latihan band dapat dilakukan di ruang tamu, balkon, garasi, atau bahkan di atas dapur (di lantai 2 maksud nya ehheehe) lebih jelasnya bisa kita lihat skema instalasi dari jamhub berikut ini

Image

bahkan sempat terfikir untuk menggabungan sebuah mixer 5 chanel dengan sebuah headphone amp 4 chanel, untuk mendapatkan sebuah fasilitas silent practice, dan sempat timbul ide untuk DIY alat tersebut…namun kembali ke masalah awal yaitu waktu yang banyak tersita di kesibukan sehari hari. sampai akhirnya tersasar di situs http://amtech-handwired.webs.com/ produsen efek lokal (hidup Indonesia), dimana di situs tersebut ada headphone station

Image

terbesit lah ide liar untuk menantang Ali Martopo sang pemilik Amtech untuk membuat dan menggabungkan sebuah headphone amp dan mixer 10 chanel… dan tantangan di terima, setelah konsultasi via WA, untuk deal harga dan desain… JEBBBREEETTTT 1 minggu jadi deh sebuah alat untuk silent band practice

Image

dan dengan menambahkan sebuah soundcard external dan sofware home recording di laptop, maka kami dapat merekam langsung permainan band untuk bahan evaluasi dll

Imagesatu yang menarik dalam silent band practice ini, orang lain yang menonton kami latihan, mungkin sepintas akan berfikir bahwa kami orang gila yang bermain band tanpa suara, jelas saja karena bila tidak menggunakan headphone yang terkoneksi ke alat silent practice, maka orang lain tidak akan mendengar permainan kami, ini juga menjadi solusi untuk tidak mengganggu keluarga atau bahkan tetangga saat musik meraung keras dan head banging

Image

ImageImageImageImage

IMG-20140311-WA0004IMG-20140311-WA0006IMG-20140311-WA0005IMG-20140311-WA0007IMG-20140311-WA0007

semoga menjadi inspirasi

KONSPIRASI BASSIST : LIPUTAN FUN AND SHARE (FNS) SHARE YOUR SIGNATURE BASS SOUND

KONSPIRASI BASSIST : LIPUTAN FUN AND SHARE (FNS) SHARE YOUR SIGNATURE BASS SOUND



kali ini saya mencoba me review beberapa hasil pengamatan saya dalam menghadiri acara FnS http://www.bengkelmusik.com SHARE YOUR SIGNATURE BASS SOUND sabtu 11 januari 2014 di tokove kemang.ok acara kurang lebih di mulai jam 2 siang, kurang lebih mundur satu jam dari di jadwalkan, maklum di hari sabtu jakarta terasa lebih macet di siang hari. setelah sat persatu member berdatangan, naufal, teddy, leo menyusul saya , christ dan erick yang sudah tiba duluan. setelah ngobrol ngobrol sebentar, kami mulai menata lokasi FnS dan menggelar pedal board, disini terlihat suasana keakraban sesama member BM…suasana yang mungkin jarang ditemui di forum online lain.ketika kami asik menata peralatan, tiba tiba terdengar suara “Gila lu ada bassist pedalnya sampe segambreng begitu” ternyata kumendan Vidih hadir, dan setelahnya acara dimuali dari perkenalan antar member.setelah acara dimulai, lanjut dengan pembahasan gear dan pedalboard oleh masing masing member, dimulai dari Christ 4stringerdengan membawa bass yamaha nya, Christ menekankan sound signature nya untuk memainkan genre musik rock 80 -90 an, terlihat dia hanya membawa dua pedal, ya dua pedal yaitu zoom MS-60B dan Pedal Preamp, kontras dengan penampilan nya di Gath kemarin dia membawa pedalboard. namun kemudahan dan keringkasan pedal digital dapat mengcover semua sound yang dia inginkan, beberapa contoh lick bass rock pun dengan mantab dia bawakan. simply the best lah pokoknya.lanjut ke bassist kedua yaitu Naufal naufal6161, dengan membawa ampli kombo, beberapa bass, pedal board dan beberapa hardcase, mmm rupanya sebagian besar barang dagangan nya naufal..
dengan bass shreder jazz bass model yang sedikit relic, naufal membagi sinyal bass nya menjadi dua, alasannya karena dia mengguanakan bebrapa pedal efek gitar (istilahnya selingkuh kalo kata kumendan vidih). rupanya naufal ingin membentuk sound bass dengan distorsi yang gahar, dan memang dia mendapatkan nyalanjut ke bassist ke tiga yaitu Teddy fleizenkruz, dengan bass musicman SUB nya, dan pedal board yang berukuran bigsize


sempat membayangkan sound apa yang dicari oleh teddy, dengan elpresso compressor allways on, teddy menyusun palet palet sound nya dengan terstuktur, penggunaan boss FT-2 memberi sentuhan wobble di sound nya, sedikit keluhan darinya bahwa sound FT-2 kurang ngangkat, namun saya dan kumendan vidih cepat menanggapi untuk menaruh FT-2 setelah distorsi, hal yang biasa dilakukan oleh beberapa gitaris. Teddy menggunakan rangkaian series pada ke sebelas pedalnya. menggunakan dua distorsi, chorus,modulasi, delay,reverb dan preamp. yang unik dari reverb nya adalah fasilitas shimer, yang membuat sound seperti organ, namun tidak menutupi sound bass nya, rupanya teddy benar benar mengerti bagaimana menggunakan senjatanya.bassit ke empat adalah leo spyd3r#9, membawa dua bass, fender 5 string, dan sebuah bass ‘pangeran’ yang telah megalami 5 kali metamorfosis menjadi lebih baik, dan hasilnya pun sangat bagus.

dan leo juga membawa pedalboard nya yang dia namakan luchbox

mengandalkan drive dari ibanez PD7, modulasi dari MS60B, wah mini dari AMT, AB switcher dan buffer, benar benar solusi yang ringkas untuk sound yang dasyhad.. mengingat banyak genre music yang dia mainkan.

Bassist ke lima adalah Dika trianto, loh saya sendiri ternyata… dengan membawa bass headless signature nya sendiri, zoom B3 modifed footswitch, BSY-600, proel Volume pedal yang berfungsi sebagai exp pedal B3 dan BSY600, serta sebuah expression kiss..



katanya dia setelah bermain clasic rock, sekarang beralih ke dubstep dan tetap ngoprek… susah meriview diri sendiri…tolong donk di review in

review dari christ 4stringer

Sebelumnya, Dika selalu bermain bass tanpa efek, itu sebabnya pada saat custom made headless ‘batman’ bass miliknya itu dilengkapi dengan onboard preAmp, untuk kemudahan menyesuaikan tone bass. Saat ini Dika dkk sedang ‘menaklukan’ musik yang sangat menuntut sound yang lebih kompleks, yup dubstep
kebutuhan inilah yang mendorong Dika menyusun pedalboard. Synth, slicer, drive/fuzz dan modulation yang sangat perlu dikontrol secara realtime melalui sebuah expression pedal. uniknya konfigurasi Exp pedal yg digunakan adalah sekaligus terkoneksi ke 2 efek. bahkan juga menggunakan sebuah metode controll yg tidak lazim, yaitu expression kiss.
memang bassist yg ex-guitarist ini luar biasa semangat DIY nya.. salut

ok lanjut ke bassit ke enam didit cyed

dengan pedal board bertingkatnya

pedalboard yang simpel, namun tunggu dulu ternyata routing efek nya tidak se simpel yang terlihat
dengan DIY: Passive Mixer 3 Channel with FX-Loop & Switchable Channel, didit dapat memilih dengan independent sound drive, clean dan bass synth, dia juga terlihat sangat menguasai pedalboard nya dan sangat mengerti arah sound yang dia inginkan.

yang menarik dari FnS kemarin adalah :

  1. beberapa pedalboard bassit lebih besar dari gitaris, apa yang ada di pikiran para bassist ini?
  2. routing efek bassist lebih rumit dari gitaris
  3. Cora bass driver ternyata senjata yang ampuh
  4. zoom bass pedal juga favorit loh
  5. ternyata FnS bass juga berantakan, berserakan pedal dimana mana(kata kumendan vidih)

sekian review sederhana dari saya, mungkin temen temen ada yang mau nambahin, silahkan

NB : foto dan video dapat dinikmati disini
foto dan video oleh erick timisela, leo dan andika

Special Bigs Thanks kepada Tokove dan Iga serta Bimo yang menyediakan tempat untuk FNS kali ini